Jika kita menelaah Alquran, maka kita akan menemukan sejumlah ayat ataupun surat dalam Al-Quran yang memaparkan kisah atau cerita para nabi, orang orang shaleh maupun orang orang zhalim. Pemaparan kisah tersebut tidak terlepas dari tujuan pokoknya, yaitu memberi petunjuk kepada manusia.

Betapa Santun pencipta alam dan seluruh isinya ini memberikan petunjuk dan peringatan kepada hambaNya. Sudah sepatutnya kita juga meniru salah satu cara Allah ini dalam menyampaikan nilai dan pesan moral kepada anak anak. Yaitu dengan kisah, cerita atau yang lebih akrab kita sebut dongeng kepada anak anak.

Mengapa dengan Bercerita atau Dongeng?
Dongeng sebagai salah satu kegiatan rileks yang bertujuan menghibur anak, dongeng diyakini mampu menguatkan bonding atau kedekatan antara orang tua dan anak. Dengan bonding yang cukup akan lebih mudah bagi seorang anak menerima nasihat yang disampaikan kepadanya.
Kebanyakan orang tua ingin didengar anak, namun tidak memiliki bonding yang cukup terhadap anak. Maka tidak heran bila banyak orang tua yang mengeluh anaknya nakal dan tidak mau mendengar nasihat.
Bukankah kedekatan melahirkan cinta yang membuat seorang patuh kepada pencipta-Nya?
Demikian juga seorang anak pada ayah bundanya.

Disamping itu, dongeng juga merupakan media yang efektif dalam menyampaikan pesan moral dan membangun karakter positif anak. Seorang anak tetaplah individu yang memiliki ego. Iya tidak serta merta menerima pesan atau nilai yang disampaikan oleh orang tua. Apalagi bila dilakukan dengan cara yang salah. Misal dengan membentak atau memukulnya. Anak anak tetaplah manusia yang ingin diperlakukan baik dan terhormat seperti halnya orang dewasa. Dongeng menjadikan jembatan komunikasi yang efektif orang tua dalam menyampaikan pesan moral kepada anak. Melalui dongeng, anak anak menyerap pesan dengan baik, ia akan menghubungkan nilai nilai yang disampaikan dalam dongeng dengan apa yang terjadi dalam kehidupan sehari harinya dan mempengaruhi perilakunya ke arah yang lebih baik. Dalam membangun karakter anak keteladanan orang tua tetap memiliki pengaruh yang kuat dalam pembentukannya. Orang tua dan anak bisa bersama sama berkomitmen untuk menjalankan nilai nilai yang terdapat dalam dongeng.

Bila bonding antara anak dan orang tua cukup. Komunikasi antara anak dan orang tua baik. Menjadi Teladan yang baik bagi anak. Maka anak sholeh sholehah yang berbakti pada agama, bangsa dan orang tua bukan hal yang sulit untuk menjadi hak orang tua.
Melihat besarnya manfaat mendongeng tersebut penulis mengajak ayah bunda untuk menggalakkan kembali aktivitas mendongeng anak.
Ayah Bunda, Mari Mendongeng!

Write by Hilda B. Lubis

0 komentar:

Posting Komentar