Wahai Zat yang menjadikan aku ada…
Terima kasih atas nikmat hidup sebagai makhluk yang bernama manusia, makhluk yang paling sempurna di antara semua makhluk-Mu. Kesempurnaan yang membuat kami berhak atas gelar “Khalifah fil Ardh”. Wahai Rabbku..hamba sadar bahwa gelar itu bukanlah tanpa konsekuensi. Sebanding dengan kesempurnaan dan kemuliaan yang kami peroleh dibanding makhluk lain yang Engkau ciptakan , maka amanah yang kami emban juga jauh lebih besar.  “Sejauh apa yang Engkau berikan terhadap hamba, Sejauh itu pula dituntut atas diri ini sebatas kemampuan hamba”. Yaitu penghambaan dan pengabdian hamba terhadap-Mu. Seperti yang Engkau firmankan dalam Al-Qur’an
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”(Adz-Dzariyat : 56)

Wahai Zat yang tiada Tuhan selain Engkau..
Engkau telah mengambil persaksian atas hamba dan seluruh manusia di bumi ini, saat hamba masih berada di dalam rahim ibu hamba. Sehingga diri ini dan seluruh manusia di muka bumi lahir sebagai orang yang bersyahadat, bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau (Allah). Kami terlahir dengan fitrah kami (Islam). Agar kami kelak tak mampu memungkiri sumpah yang telah kami ucapkan ini.
“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah aku ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), Kami menjadi saksi". (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",(Al-A’raaf : 172)

Sungguh kesaksian itu bukan persaksian yang tanpa arti. Saat hamba berikrar  bahwa Tiada tuhan selain Engkau (Allah), maka berlaku atas hamba seluruh syari’at-Mu, seluruh aturan-Mu yang wajib hamba taati. Dalam kalimat itu, sesungguhnya diri ini telah bersumpah untuk siap menanggung resiko apa pun dalam menegakkan agama-Mu, dan berjanji setia untuk melaksanakan segala perintah-Mu dan menjauhi larangan-Mu. Namun Wahai Zat yang Maha Ghaffar..meski hamba sering mengikrarkan kalimat itu setiap hari, tetapi diri ini masih sering alfa dalam menepati sumpah dan janji hamba kepada-Mu. Masih banyak kelalaian yang diri ini lakukan, masih banyak perintah-Mu yang sering hamba langgar, masih banyak larangan-Mu yang tampak indah di mata hamba, baik secara sadar maupun khilaf hamba..Allah..Ampunkanlah hamba..

Wahai Zat yang Maha Kasih..
Terima kasih atas nafas yang engkau berikan sampai detik ini, nafas kehidupan sebagai seorang muslim yang berakal  dan berilmu pengetahuan, yang dengannya aku mampu mentafakuri ayat-ayat qauliyah dan kauniyah-Mu di bumi dan di langit yang merupakan tanda-tanda kebesaran-Mu, dapat mengenal sifat-sifat-Mu sebagai upayaku untuk mengenal-Mu dan mendekatkan diri kepada-Mu, agar aku kelak dapat melihat wajah-Mu.  Wahai zat yang maha indah… Apakah lagi yang dirindukan selain dapat melihat wajah-Mu bersama Rasulullah dan orang-orang mu’min..?

Wahai yang Zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Mu..
Kini separuh usiaku telah pergi..Rasa gundah itu hadir dalam jiwa ini. Rasa malu terhadap-Mu, malu menyaksikan 13 tahun catatan amalan hamba setelah masa baligh hamba..Apa yang akan hamba bawa di hadapan-Mu bila Engkau mengambil nyawa hamba hari ini? Tak banyak yang hamba perbuat untuk menegakkan agama-Mu sampai di usia hamba yang ke-26 hari ini, pun hamba belum pernah bersakit-sakit menahan penyiksaan dalam mempertahankan kalimat-Mu seperti yang kini dirasakan saudara-saudaraku di Palestine, pun hamba belum bisa menjadi seorang istri yang sholehah seperti khadijah, yang mengorbankan sepenuh jiwa dan hartanya untuk-Mu dan Rasul-Mu, hamba juga belum mampu menjadi ibu yang baik bagi anak yang sedang dalam pengasuhan hamba, Lalu dimana nilai lebih hamba..?  Padahal diri telah bersumpah dan berjanji setia kepada-Mu dalam syahadat yang senantiasa hamba ikrarkan di dalam sholat hamba…Apa yang akan membawa hamba bisa bertemu dengan-Mu…?

Wahai zat yang maha mencintai..
Terima kasih atas kesempatan hidup yang Engkau berikan..Berikan kesempatan hamba tuk memperbaiki diri, berusaha menepati janji yang pernah hamba ikrarkan, jadikan hamba bagian dari orang-orang yang ikhlas dalam menjalankan amanah-Mu..Berikanlah welas kasih dan Ridho-Mu agar hamba bisa berjumpa dengan-Mu…<hilda
                                                                                 
                                                                               
               






0 komentar:

Posting Komentar